Aku di sini merenung
Merenung akan pilihanku
Tapi engkau di sana me-riang
Me-riang tanpa pilihan
Wahai engkau kusuma hatiku
Bawalah aku ke dalam sukmamu
Meskipun hanya sebagai bayangmu
Tak seperti aku, menjadikan engkau permata hatiku
Pat lipat, melesat sesat
Urat-uratku tlah berkarat
Menggeliat bagai ulat keparat,
terhujat panas sang surya yang tak kenal sekarat sebelum kiamat
Aku melesat mengejar “cinta tertunda”
Tapi kiat ini tak bermanfaat
Terlambat sudah, semua hanya jalan sesat
Karena terjerat benda kramat
Wahai engkau kusuma hatiku
Engkau akan tetap menjadi rayap hatiku
yang telah menggerogoti hidupku sepanjang hayat
Di dalam benakku…, semua ralatmu akan selalu tersirat
by Catur Adi Nugroho

mellow ngene rek
BalasHapus