Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sobat Zakat yang dimuliakan Allah, Bagaimana kabarnya ? Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan dan juga mendapatkan limpahan rahmat serta kasih sayang dari Allah Swt..amiin.
Terimakasih bayak atas titipan donasinya, Semoga Allah memberikan balasan pahala terhadap harta yang di berikan, dan semoga Allah melimpahkan keberkahan terhadap harta yang di tinggalkan dan senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya terhadap Sobat Zakat dan keluarga.
Cermin Hati : "Kini Berganti Syawal"
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan dalam syariat Islam, dia merupakan pelengkap yang mengikuti puasa Ramadhan. Dan puasa ini juga sebagai pembuktian apakah kita mendapatkan jenjang ketaqwaan yang mejadi target dari puasa Ramadhan atau tidak. Di antara ciri taqwa kepada Allah tidak lain adalah orang-orang yang mengerjakan semua amalan yang sunnah setelah mengerjakan semua amalan yang wajib. Karenanya hendaknya seorang muslim mengamalkan puasa sunnah ini setelah dia mengamalkan puasa wajib Ramadhan. Rasullullah bersabda dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutikan kepadanya enam hari dari Syawal maka itu nilainya seperti puasa setahun penuh, HR. Muslim. Hal itu karena satu kebaikan bernilai 10 kali lipat, sehingga puasa 30 hari Ramadhan bernilai 300 hari puasa, dan 6 hari Syawal bernilai 60 hari puasa sehingga totalnya 360 hari yang sama dengan setahun. Hal ini diutarakan oleh Imam Ash-Shan’ani dalam As-Subul (4/157).Berikut beberapa permasalahan yang sering dipertanyakan dalam masalah ini:
Dan tidak diragukan bolehnya meninggalkan sebuah amalan sunnah untuk mengerjakan amalan sunnah lain yang lebih besar pahalanya dibandingkan amalan sunnah yang pertama. Inilah jawaban yang tepat dalam rangka memadukan antara hadits Abu Ayyub dengan ucapan Aisyah di atas, wallahu a’lam
Oleh R. Zainik Abidin Syah.
Sobat zakat mari kita optimalkan ibadah di bulan Syawal ini, dengan sebaik-baik amalan.
Terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya.
Jazakumullah Khairan Khasiran
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Sumber: Rumah Zakat Indonesia
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah 2:245)
Sobat Zakat yang dimuliakan Allah, Bagaimana kabarnya ? Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan dan juga mendapatkan limpahan rahmat serta kasih sayang dari Allah Swt..amiin.
Terimakasih bayak atas titipan donasinya, Semoga Allah memberikan balasan pahala terhadap harta yang di berikan, dan semoga Allah melimpahkan keberkahan terhadap harta yang di tinggalkan dan senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya terhadap Sobat Zakat dan keluarga.
Cermin Hati : "Kini Berganti Syawal"
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan dalam syariat Islam, dia merupakan pelengkap yang mengikuti puasa Ramadhan. Dan puasa ini juga sebagai pembuktian apakah kita mendapatkan jenjang ketaqwaan yang mejadi target dari puasa Ramadhan atau tidak. Di antara ciri taqwa kepada Allah tidak lain adalah orang-orang yang mengerjakan semua amalan yang sunnah setelah mengerjakan semua amalan yang wajib. Karenanya hendaknya seorang muslim mengamalkan puasa sunnah ini setelah dia mengamalkan puasa wajib Ramadhan. Rasullullah bersabda dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutikan kepadanya enam hari dari Syawal maka itu nilainya seperti puasa setahun penuh, HR. Muslim. Hal itu karena satu kebaikan bernilai 10 kali lipat, sehingga puasa 30 hari Ramadhan bernilai 300 hari puasa, dan 6 hari Syawal bernilai 60 hari puasa sehingga totalnya 360 hari yang sama dengan setahun. Hal ini diutarakan oleh Imam Ash-Shan’ani dalam As-Subul (4/157).Berikut beberapa permasalahan yang sering dipertanyakan dalam masalah ini:
- Apakah puasa Syawal harus dimulai pada tanggal 2 Syawal?
- Apakah dipersyaratkan keenam hari puasa Syawal ini harus dikerjakan secara berturut-turut?
- Apakah puasa enam hari dibulan Syawal boleh dikerjakan sebelum mengerjakan puasa qadha bagi yang mempunyai tunggakan di bulan Ramadhan?
- Jika ada yang bertanya: Bagaimana dengan ucapan Aisyah,“Saya pernah mempunyai kewajiban puasa Ramadhan, lalu saya tidak bisa untuk mengqadhanya kecuali sampai datangnya Sya’ban. ”
Dan tidak diragukan bolehnya meninggalkan sebuah amalan sunnah untuk mengerjakan amalan sunnah lain yang lebih besar pahalanya dibandingkan amalan sunnah yang pertama. Inilah jawaban yang tepat dalam rangka memadukan antara hadits Abu Ayyub dengan ucapan Aisyah di atas, wallahu a’lam
Oleh R. Zainik Abidin Syah.
Sobat zakat mari kita optimalkan ibadah di bulan Syawal ini, dengan sebaik-baik amalan.
Terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya.
Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturrahim (berhubungan baik dengan keluarga dekat) niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya dan Allah memasukkannya ke dalam surga yang dijanjikanNya. (HR. Ar-Rabii')
Jazakumullah Khairan Khasiran
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Sumber: Rumah Zakat Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar