Syukuri Apa Yang Kita Miliki




Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan
Allah(*) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh
bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran)
bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengetahui.
QS: Al Baqarah : 261
Assalamu'alaikum Wr.
Wb.
Sobat Zakat yang dimuliakan Allah, bagaimana kabarnya? Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan dan juga mendapatkan limpahan rahmat serta kasih sayang dari Allah Swt..amiin.
Terimakasih bayak atas titipan donasinya, Semoga Allah memberikan balasan pahala terhadap harta yang di berikan, dan semoga Allah melimpahkan keberkahan terhadap harta yang di tinggalkan dan senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya terhadap Sobat Zakat dan keluarga.
Cermin Hati : “Syukuri Apa Yang Kita Miliki”
Sebuah kisah perjalanan seorang gadis berkerudung putih menuju tempat kerjanya, ia mendapati  hal baru  berupa hikmah yang selama ini tidak ia sadari.
“Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung
berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat .... ia tersenyum. Dan akupun tersadar...Ya Allah, maafkan aku bila aku sering sekali mengeluh padahal aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

            Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa apa. Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih. Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah, aku buta." Dan akupun tersadar...Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh padahal aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

            Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain
sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak ?" Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

            Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang mentari dan bukit-bukit. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh...padahal ada banyak hal yang harus aku syukuri hanya dari apa yang ada di tubuhku.”

Terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya.
Jazakumullah Khairan Khasiran
Waalikumu’salam Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar